Minggu, 20 Mei 2012

Politikus Senayan Bela Lady Gaga


Larangan mendadak terhadap rencana konser Lady Gaga di Jakarta menuai kecaman dari sebagian kalangan di DPR. Kepolisian Republik Indonesia dinilai tidak percaya diri sehingga menuruti desakan sejumlah ormas yang tidak menginginkan penyanyi pop Amerika Serikat eksentrik tersebut singgah di Indonesia dalam lawatan tur dunianya.

"Dari segi semangat kebangsaan, insiden larangan ini menunjukkan negara telah gagal menjaga semangat pluralisme," kata Wakil Ketua Komisi Keamanan DPR Tubagus Hasanuddin kemarin. Kepolisian semestinya memberi penilaian obyektif atas rencana pergelaran konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno, Senayan, pada 3 Juni itu. Dia berharap Polri profesional dan terbebas dari tekanan kelompok mana pun.

Anggota Komisi Kebudayaan DPR, Popong Otje Djundjunan, juga mengatakan pelarangan konser Lady Gaga berlebihan. "Seharusnya masih bisa dibicarakan," kata dia.

Kecaman disampaikan pula oleh Ketua Komisi Hukum Benny Kabur Harman, yang berencana memanggil Kapolri Jenderal Timur Pradopo ke DPR. "Ada kesan kuat di mata masyarakat bahwa institusi kepolisian tidak mampu menjaga keamanan negara," ujar politikus Partai Demokrat ini.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustofa berharap ada landasan hukum yang lebih kuat di balik pelarangan penyanyi dan penulis lagu berusia 26 tahun bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta itu. Terlebih, 55 ribu lembar tiket untuk konser bertajuk “The Born This Way Ball” itu sudah ludes terjual. "Makanya, kepolisian harus membeberkan satu per satu alasannya."

Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, mengakui memperhatikan adanya unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat yang menolak konser Lady Gaga. Ancaman Front Pembela Islam yang bakal menggeruduk ke Bandar Udara Soekarno-Hatta saat Lady Gaga datang juga menjadi satu di antara dasar keputusan yang diambil.

Tapi Saud membantah tudingan bahwa Polri tunduk kepada ormas tertentu. "Kami tidak takut kepada kelompok-kelompok tersebut. Keputusan ini lebih sebagai tindakan preventif," kata Saud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar